Tugas Individu
MANAJEMEN PENGGEMUKAN
“Pengolahan Limbah Cair Pada Kotoran
Dan Urine Sapi dan Kelebihan Pupuk Organic Dibandingkan
Pupuk Kimia ”

OLEH :
GORISMAN MATUALESI
L1A1 13 009
KELAS A
FAKULTAS
PETERNAKAN
UNIVERSITAS
HALU OLEO
KENDARI
2016
Pengolahan Limbah Cair Pada Kotoran
Dan Urine Sapi


Satu lagi produk sampingan peternakan yang mulai dilirik
para peternak untuk dikembangkan yaitu memanfaatkan urine atau kencing sapi
menjadi pupuk cair yang memiliki nilai jual. Pemanfaatan urine atau kencing
sapi ini merupakan salah satu nilai tambah yang harus semakin diperhatikan oleh
para peternak sebagai salah satu tiang penyangga biaya produksi ternaknya.
Sebagai gambaran jika produk pupuk cair dari urine sapi ini berhasil
dipasarkan secara kontinu dan makin meningkat seiring waktu maka pada
gililarannya peternak akan bisa terbebas dari biaya produksi penggemukan
sapinya. Meskipun tidak mungkin bisa bebas 100%, tetapi dengan hasil
penjualan pupuk cair urine sapi tersebut mereka bisa membeli pakan sapi,
memperbaiki fasilitas kandang dan lain-lain.
Satu ekor sapi dengan bobot badan 400–500 kg dapat
menghasilkan limbah padat dan cair sebesar 27,5-30 kg/ekor/hari. Limbah padat
merupakan semua limbah yang berbentuk padatan atau dalam fase padat (kotoran
ternak, ternak yang mati atau isi perut dari pemotongan ternak). Limbah cair
adalah semua limbah yang berbentuk cairan atau berada dalam fase cair (air seni
atau urine). Sebagai limbah organik yang mengandung lemak, protein dan
karbohidrat, apabila tidak cepat ditangani secara benar, maka akan menjadi
timbunan kotoran disertai dengan segala dampak negatif yang
ditimbulkannya seperti pencemaran air, udara, dan sumber penyakit.
Urine sapi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair
karena mengandung nitrogen, fosfor, kalium, dan air lebih banyak jika
dibandingkan pada kotoran sapi padat. Pupuk Organik Cair dari urin sapi ini
merupakan pupuk yang berbentuk cair tidak padat yang mudah larut pada tanah dan
membawa unsur-unsur penting guna kesuburan tanah. Namun, pupuk organik cair
dari urine sapi perah ini memiliki kelemahan, yaitu kurangnya kandungan unsur
hara yang dimiliki jika dibandingkan dengan pupuk buatan dalam segi kuantitas.
Maka dari itu penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam mengenai cara
pembuatan, kelebihan dan kelemahan, dan penerapan cara yang benar untuk
meningkatkan kualitas pupuk organik cair. Dalam rangka memecahkan masalah untuk
mengoptimalkan kualitas fermentasi pupuk organik agar menjadi lebih tinggi maka
perlu digunakan metode fermentasi urine sapi dengan penambahan tetes tebu
(molasses).
Tetes tebu ini berfungsi untuk tambahan nutrisi bagi mikroba
sehingga dapat mempercepat proses fermentasi serta dapat meningkatkan kandungan
nitrogen dalam pupuk. Teknik untuk mengimplementasikan gagasan ini adalah
dengan memperhatikan kontribusi dan keterkaitan beberapa pihak yang dapat
membantu proses pembuatan pupuk organik cair yang dilakukan mulai dari
penelitian, penyuluhan kepada petani serta proses pembuatan pupuk organik cair
dari urine sapi dengan aditif tetes tebu sebagai tambahan nutrisi bagi bakteri
fermenter kepada peternak. Selain itu juga dapat menguntungkan bagi sebagian
besar petani karena produk yang ini mempunyai keunggulan tersendiri yaitu
harganya murah, pembuatannya mudah, bahan mudah didapat, dan tidak membutuhkan
waktu yang lama serta merupakan pemanfaatan limbah ternak secara optimal.

Adapun cara pembuatan pupuk cair dapat
dilihat dari Gambar 1 berikut ini.

Gambar 2 berikut
ini menunjukkan kegiatan pengolahan feses sapi menjadi pupuk padat.


Gambar 3 berikut
ini menunjukkan kegiatan pengolahan urine sapi menjadi pupuk cair.


Kelebihan
Pupuk Organic Dibandingkan Pupuk Kimia

Salah
satu komponen terpenting dalam bidang pertanian adalah pupuk. Pupuk merupakan
bahan material atau organik yang kerap ditambahkan ke tanaman. Fungsinya untuk
memenuhi kebutuhan zat Hara yang dibutuhkan tanaman untuk berkembang dengan
baik. Pupuk mempunyai peran yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman yang
kita tanam.
Bisa
dibilang, fungsi utama dari pupuk sendiri adalah sebagai penyubur tanah. Dengan
pemberian pupuk secara teratur, tanaman bisa tumbuh dan berproduksi dengan
baik. Diperlukan takaran yang pas dalam memberikan pupuk ke tanaman. Jika
kurang atau terlalu banyak, justru akan menghambat pertumbuhan tanaman.
Berdasarkan
sumber bahannya, pupuk bisa dibedakan menjadi dua yaitu pupuk buatan dan pupuk
alami. Pupuk buatan atau bisa juga disebut sebagai pupuk kimia adalah pupuk
yang terbuat dari bahan kimia yang dibuat oleh manusia. Bahan-bahan pembuat
pupuk kimia terdiri dari bahan-bahan mineral seperti Nitrogen, Fosfor, atau
Kalium.
Sedangkan
pupuk alami atau bisa juga disebut dengan pupuk organik adalah jenis pupuk yang
bahannya terbuat dari bahan-bahan alami seperti kotoran hewan atau tumbuhan.
Pupuk alami atau pupuk organik biasa dibuat dari sisa-sisa metabolisme hewan
dan juga tumbuhan. Pupuk ini bisa dibilang lebih ramah lingkungan jika
dibandingkan dengan pupuk kimia.
Banyak
petani yang lebih suka menggunakan pupuk organik untuk tanamannya. Apalagi
makin maraknya petani yang memilih budidaya bahan pangan organik. Pupuk organik
sendiri bisa dibedakan ke dalam beberapa jenis, seperti pupuk kandang, pupuk
hijau dan juga kompos. Jenis-jenis pupuk organik tersebut dibedakan menurut
sumber bahan dan cara pembuatannya.
Pupuk
kandang adalah jenis pupuk organik yang bahannya berasal dari kotoran hewan.
Kotoran hewan yang biasa digunakan untuk pembuatan pupuk ini adalah jenis hewan
ternak seperti sapi, kambing, atau ayam. Selain dari kotoran hewan, pupuk
kandang juga bisa berasal dari urin atau air kencing hewan ternak.
Sementara
pupuk hijau adalah pupuk organik yang bahan pembuatannya berasal dari
tumbuh-tumbuhan atau bisa berupa sisa panen. Jenis tumbuh-tumbuhan yang kerap
dijadikan sebagai bahan pembuatan pupuk hijau adalah tumbuhan dari jenis
Legume. Jenis tanaman Legume sangat baik digunakan karena mengandung banyak
unsur hara yang cukup tinggi.
Dan
jenis pupuk organik yang terakhir adalah kompos. Kompos adalah jenis pupuk yang
terbuat dari campuran tanaman, hewan dan limbah organik yang telah melalui
proses fermentasi. Banyak jenis tanaman yang biasa digunakan untuk membuat
pupuk kompos, seperti tanaman pisang, sabut kelapa, jerami, sekam padi, pakan
ternak, urin sapi, gulma atau eceng gondok.
Pupuk
organik memang banyak dipilih dan digunakan khususnya oleh para petani bahan
pangan organik. Kelebihan pupuk organik dibandingkan dengan pupuk kimia
karena bahan pangan organik yang sehat dan tidak mengandung bahan kimia banyak
dipilih masyarakat. Tak heran, budidaya bahan pangan organik di Indonesia
semakin berkembang dan banyak dipilih.
Menggunakan
pupuk organik memang akan banyak memberikan manfaat bagi kita. Banyak kelebihan
dari pupuk alami atau pupuk organik jika dibandingkan dengan pupuk kimia.
Berikut ini beberapa kelebihan dari pupuk organik dibandingkan dengan pupuk
kimia.

- Lebih Murah
Jika
membandingkan dari sisi harga, pupuk organik memang relatif lebih murah jika
dibandingkan dengan pupuk kimia. Kita bisa memanfaatkan barang-barang sisa di
sekitar kita untuk membuat pupuk organik ini. Dalam pembuatannya, kita juga
bisa membuat pupuk organik tersebut dalam jumlah yang besar untuk dipakai di
lahan pertanian. Bandingkan jika kita membeli pupuk kimia yang harganya makin
mahal dan juga terkadang cukup langka di pasaran.
- Bahan Mudah Didapatkan
Bahan
dari pupuk organik ini mudah didapatkan di sekitar kita. Kita bisa memanfaatkan
bahan-bahan alami di sekitar kita seperti kotoran hewan, tumbuh-tumbuhan, atau
sisa organisme. Bahan yang mudah didapatkan ini membuat kita bisa dengan mudah
membuat pupuk organik secara mandiri.
- Lebih Sehat dan Aman
Bahan
dari pupuk organik yang terdiri dari bahan-bahan alami bisa dibilang lebih
ramah lingkungan. Bahan-bahan tersebut juga aman bagi tanaman yang kita tanam
yang nantinya dikonsumsi oleh banyak orang. Sebagian orang memang memilih bahan
pangan organik yang terbebas dari bahan kimia karena lebih sehat dan aman bagi
tubuh. Pupuk kimia lebih banyak mengandung unsur-unsur kimia buatan yang
ditakutkan malah memberi pengaruh buruk bagi tubuh.
- Unsur Mikroorganisme Lebih Banyak
Kandungan
mikroorganisme di pupuk organik terbilang cukup banyak dibandingkan dengan
pupuk buatan. Keberadaan mikroorganisme ini memang sangat diperlukan bagi
tanaman agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.
- Meningkatkan Keanekaragaman Hayati
Produktivitas
tanah yang diberi pupuk organik juga akan lebih baik dan juga akan berumur
lebih panjang. Nutrisi organik dari pupuk alami ini meningkatkan keanekaragaman
hayati tanah dengan menyediakan bahan organik serta nutrisi seperti mikrozoa.
- Meningkatkan Kesuburan Tanah
Penggunaan
pupuk organik juga akan meningkatkan kesuburan tanah. Pupuk organik berperan
mencegah terjadinya pengikisan lapisan tanah yang merupakan lapisan yang
mengandung banyak unsur Hara. Selain itu, pupuk organik juga dapat meningkatkan
struktur tanah. Kelembaban tanah akan tetap terjaga jika menggunakan pupuk
organik.

7. Memelihara
Unsur Hara
Unsur
Hara sangat diperlukan untuk menyuburkan tanah sehingga tanaman bisa tumbuh dan
berkembang dengan baik. Pupuk organik berguna untuk memobilisasi Hara untuk
membentuk partikel ion yang mudah diserap oleh akar tanaman. Suplai Hara yang
kadang berlebihan juga bisa dikendalikan dengan pupuk organik ini.
Itu
tadi beberapa kelebihan pupuk organik dibandingkan dengan pupuk kimia. Pupuk kimia
memberikan banyak manfaat bagi tanaman yang kita tanam. Seperti yang sudah
banyak diketahui, penggunaan bahan-bahan alami akan lebih aman jika
dibandingkan dengan menggunakan bahan kimia.
Dari
banyak penelitian yang sudah dilakukan, pupuk organik sangat bermanfaat untuk
meningkatkan produksi pertanian dari sisi kualitas maupun kuantitas.
Menggunakan pupuk organik juga berguna untuk meningkatkan kualitas lahan
pertanian milik kita secara berkelanjutan. Dalam penggunaan jangka panjang,
pupuk organik mampu mencegah dehidrasi lahan.
Dengan
belajar membuat pupuk alami sendiri, kita bisa menekan biaya dalam usaha
pertanian kita. Bahan-bahan yang mudah didapatkan dan beragam manfaat yang
ditawarkan, membuat pupuk organik sangat cocok digunakan untuk tanaman atau
tumbuhan yang kita tanam.
Kelebihan Pupuk Kimia (Anorganik)
·
Respon cepat terlihat pada tanaman
(unsur yang terkandung cepat terurai
sehingga lebih cepat terserap oleh tumbuhan)
sehingga lebih cepat terserap oleh tumbuhan)
·
Kadar unsur hara tinggi
·
Kandungan hara jelas, pemakaian bisa
tepat.
Kekurangan
Pupuk Anorganik
· Karena bentuk unsur yang anorganik
menyebabkan mikroba tanah sulit mengurai, sehingga akan menumpuk menjadi residu
yang dapat menyebabkan mikroba penting yang berfungsi untuk menghasilkan bahan
organik di dalam tanah mati dan akan mengurangi kesuburan tanah.
· Penggunaan pupuk anorganikyang terus
menerus akan menyebabkan tanah menjadi padat/mengeras (porositas tanah menurun)
dan tidak responsif terhadap pupuk kimia an-organik, sehingga berapapun
banyaknya tanah diberi pupuk kimia an-organik hasilnya tetap tidak optimal.
juga akan mengakibatkan, sehingga ketersediaan oksigen bagi tanaman maupun
mikrobia tanah menjadi sangat berkurang.
· Mengerasnya tanah pertanian juga
berdampak terhadap pertumbuhan tanaman, yaitu terbatasnya penyebaran akar dan
terhambatnya suplai oksigen ke akar mengakibatkan fungsi akar tidak optimal,
yang pada ahirnya menurunkan produktivitas tanaman.
· Residu zat kimia yang tertinggal
dalam hasil produksi yang terkonsumsi oleh manusia akan menumpuk di dalam tubuh
dan mengganggu kesehatan manusia.
· Dapat menurunkan pH tanah
Tugas Individu
MANAJEMEN PENGGEMUKAN
“Pengolahan Limbah Cair Pada Kotoran
Dan Urine Sapi dan Kelebihan Pupuk Organic Dibandingkan
Pupuk Kimia ”

OLEH :
GORISMAN MATUALESI
L1A1 13 009
KELAS A
FAKULTAS
PETERNAKAN
UNIVERSITAS
HALU OLEO
KENDARI
2016
Pengolahan Limbah Cair Pada Kotoran
Dan Urine Sapi


Satu lagi produk sampingan peternakan yang mulai dilirik
para peternak untuk dikembangkan yaitu memanfaatkan urine atau kencing sapi
menjadi pupuk cair yang memiliki nilai jual. Pemanfaatan urine atau kencing
sapi ini merupakan salah satu nilai tambah yang harus semakin diperhatikan oleh
para peternak sebagai salah satu tiang penyangga biaya produksi ternaknya.
Sebagai gambaran jika produk pupuk cair dari urine sapi ini berhasil
dipasarkan secara kontinu dan makin meningkat seiring waktu maka pada
gililarannya peternak akan bisa terbebas dari biaya produksi penggemukan
sapinya. Meskipun tidak mungkin bisa bebas 100%, tetapi dengan hasil
penjualan pupuk cair urine sapi tersebut mereka bisa membeli pakan sapi,
memperbaiki fasilitas kandang dan lain-lain.
Satu ekor sapi dengan bobot badan 400–500 kg dapat
menghasilkan limbah padat dan cair sebesar 27,5-30 kg/ekor/hari. Limbah padat
merupakan semua limbah yang berbentuk padatan atau dalam fase padat (kotoran
ternak, ternak yang mati atau isi perut dari pemotongan ternak). Limbah cair
adalah semua limbah yang berbentuk cairan atau berada dalam fase cair (air seni
atau urine). Sebagai limbah organik yang mengandung lemak, protein dan
karbohidrat, apabila tidak cepat ditangani secara benar, maka akan menjadi
timbunan kotoran disertai dengan segala dampak negatif yang
ditimbulkannya seperti pencemaran air, udara, dan sumber penyakit.
Urine sapi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair
karena mengandung nitrogen, fosfor, kalium, dan air lebih banyak jika
dibandingkan pada kotoran sapi padat. Pupuk Organik Cair dari urin sapi ini
merupakan pupuk yang berbentuk cair tidak padat yang mudah larut pada tanah dan
membawa unsur-unsur penting guna kesuburan tanah. Namun, pupuk organik cair
dari urine sapi perah ini memiliki kelemahan, yaitu kurangnya kandungan unsur
hara yang dimiliki jika dibandingkan dengan pupuk buatan dalam segi kuantitas.
Maka dari itu penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam mengenai cara
pembuatan, kelebihan dan kelemahan, dan penerapan cara yang benar untuk
meningkatkan kualitas pupuk organik cair. Dalam rangka memecahkan masalah untuk
mengoptimalkan kualitas fermentasi pupuk organik agar menjadi lebih tinggi maka
perlu digunakan metode fermentasi urine sapi dengan penambahan tetes tebu
(molasses).
Tetes tebu ini berfungsi untuk tambahan nutrisi bagi mikroba
sehingga dapat mempercepat proses fermentasi serta dapat meningkatkan kandungan
nitrogen dalam pupuk. Teknik untuk mengimplementasikan gagasan ini adalah
dengan memperhatikan kontribusi dan keterkaitan beberapa pihak yang dapat
membantu proses pembuatan pupuk organik cair yang dilakukan mulai dari
penelitian, penyuluhan kepada petani serta proses pembuatan pupuk organik cair
dari urine sapi dengan aditif tetes tebu sebagai tambahan nutrisi bagi bakteri
fermenter kepada peternak. Selain itu juga dapat menguntungkan bagi sebagian
besar petani karena produk yang ini mempunyai keunggulan tersendiri yaitu
harganya murah, pembuatannya mudah, bahan mudah didapat, dan tidak membutuhkan
waktu yang lama serta merupakan pemanfaatan limbah ternak secara optimal.

Adapun cara pembuatan pupuk cair dapat
dilihat dari Gambar 1 berikut ini.

Gambar 2 berikut
ini menunjukkan kegiatan pengolahan feses sapi menjadi pupuk padat.


Gambar 3 berikut
ini menunjukkan kegiatan pengolahan urine sapi menjadi pupuk cair.


Kelebihan
Pupuk Organic Dibandingkan Pupuk Kimia

Salah
satu komponen terpenting dalam bidang pertanian adalah pupuk. Pupuk merupakan
bahan material atau organik yang kerap ditambahkan ke tanaman. Fungsinya untuk
memenuhi kebutuhan zat Hara yang dibutuhkan tanaman untuk berkembang dengan
baik. Pupuk mempunyai peran yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman yang
kita tanam.
Bisa
dibilang, fungsi utama dari pupuk sendiri adalah sebagai penyubur tanah. Dengan
pemberian pupuk secara teratur, tanaman bisa tumbuh dan berproduksi dengan
baik. Diperlukan takaran yang pas dalam memberikan pupuk ke tanaman. Jika
kurang atau terlalu banyak, justru akan menghambat pertumbuhan tanaman.
Berdasarkan
sumber bahannya, pupuk bisa dibedakan menjadi dua yaitu pupuk buatan dan pupuk
alami. Pupuk buatan atau bisa juga disebut sebagai pupuk kimia adalah pupuk
yang terbuat dari bahan kimia yang dibuat oleh manusia. Bahan-bahan pembuat
pupuk kimia terdiri dari bahan-bahan mineral seperti Nitrogen, Fosfor, atau
Kalium.
Sedangkan
pupuk alami atau bisa juga disebut dengan pupuk organik adalah jenis pupuk yang
bahannya terbuat dari bahan-bahan alami seperti kotoran hewan atau tumbuhan.
Pupuk alami atau pupuk organik biasa dibuat dari sisa-sisa metabolisme hewan
dan juga tumbuhan. Pupuk ini bisa dibilang lebih ramah lingkungan jika
dibandingkan dengan pupuk kimia.
Banyak
petani yang lebih suka menggunakan pupuk organik untuk tanamannya. Apalagi
makin maraknya petani yang memilih budidaya bahan pangan organik. Pupuk organik
sendiri bisa dibedakan ke dalam beberapa jenis, seperti pupuk kandang, pupuk
hijau dan juga kompos. Jenis-jenis pupuk organik tersebut dibedakan menurut
sumber bahan dan cara pembuatannya.
Pupuk
kandang adalah jenis pupuk organik yang bahannya berasal dari kotoran hewan.
Kotoran hewan yang biasa digunakan untuk pembuatan pupuk ini adalah jenis hewan
ternak seperti sapi, kambing, atau ayam. Selain dari kotoran hewan, pupuk
kandang juga bisa berasal dari urin atau air kencing hewan ternak.
Sementara
pupuk hijau adalah pupuk organik yang bahan pembuatannya berasal dari
tumbuh-tumbuhan atau bisa berupa sisa panen. Jenis tumbuh-tumbuhan yang kerap
dijadikan sebagai bahan pembuatan pupuk hijau adalah tumbuhan dari jenis
Legume. Jenis tanaman Legume sangat baik digunakan karena mengandung banyak
unsur hara yang cukup tinggi.
Dan
jenis pupuk organik yang terakhir adalah kompos. Kompos adalah jenis pupuk yang
terbuat dari campuran tanaman, hewan dan limbah organik yang telah melalui
proses fermentasi. Banyak jenis tanaman yang biasa digunakan untuk membuat
pupuk kompos, seperti tanaman pisang, sabut kelapa, jerami, sekam padi, pakan
ternak, urin sapi, gulma atau eceng gondok.
Pupuk
organik memang banyak dipilih dan digunakan khususnya oleh para petani bahan
pangan organik. Kelebihan pupuk organik dibandingkan dengan pupuk kimia
karena bahan pangan organik yang sehat dan tidak mengandung bahan kimia banyak
dipilih masyarakat. Tak heran, budidaya bahan pangan organik di Indonesia
semakin berkembang dan banyak dipilih.
Menggunakan
pupuk organik memang akan banyak memberikan manfaat bagi kita. Banyak kelebihan
dari pupuk alami atau pupuk organik jika dibandingkan dengan pupuk kimia.
Berikut ini beberapa kelebihan dari pupuk organik dibandingkan dengan pupuk
kimia.

- Lebih Murah
Jika
membandingkan dari sisi harga, pupuk organik memang relatif lebih murah jika
dibandingkan dengan pupuk kimia. Kita bisa memanfaatkan barang-barang sisa di
sekitar kita untuk membuat pupuk organik ini. Dalam pembuatannya, kita juga
bisa membuat pupuk organik tersebut dalam jumlah yang besar untuk dipakai di
lahan pertanian. Bandingkan jika kita membeli pupuk kimia yang harganya makin
mahal dan juga terkadang cukup langka di pasaran.
- Bahan Mudah Didapatkan
Bahan
dari pupuk organik ini mudah didapatkan di sekitar kita. Kita bisa memanfaatkan
bahan-bahan alami di sekitar kita seperti kotoran hewan, tumbuh-tumbuhan, atau
sisa organisme. Bahan yang mudah didapatkan ini membuat kita bisa dengan mudah
membuat pupuk organik secara mandiri.
- Lebih Sehat dan Aman
Bahan
dari pupuk organik yang terdiri dari bahan-bahan alami bisa dibilang lebih
ramah lingkungan. Bahan-bahan tersebut juga aman bagi tanaman yang kita tanam
yang nantinya dikonsumsi oleh banyak orang. Sebagian orang memang memilih bahan
pangan organik yang terbebas dari bahan kimia karena lebih sehat dan aman bagi
tubuh. Pupuk kimia lebih banyak mengandung unsur-unsur kimia buatan yang
ditakutkan malah memberi pengaruh buruk bagi tubuh.
- Unsur Mikroorganisme Lebih Banyak
Kandungan
mikroorganisme di pupuk organik terbilang cukup banyak dibandingkan dengan
pupuk buatan. Keberadaan mikroorganisme ini memang sangat diperlukan bagi
tanaman agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.
- Meningkatkan Keanekaragaman Hayati
Produktivitas
tanah yang diberi pupuk organik juga akan lebih baik dan juga akan berumur
lebih panjang. Nutrisi organik dari pupuk alami ini meningkatkan keanekaragaman
hayati tanah dengan menyediakan bahan organik serta nutrisi seperti mikrozoa.
- Meningkatkan Kesuburan Tanah
Penggunaan
pupuk organik juga akan meningkatkan kesuburan tanah. Pupuk organik berperan
mencegah terjadinya pengikisan lapisan tanah yang merupakan lapisan yang
mengandung banyak unsur Hara. Selain itu, pupuk organik juga dapat meningkatkan
struktur tanah. Kelembaban tanah akan tetap terjaga jika menggunakan pupuk
organik.

7. Memelihara
Unsur Hara
Unsur
Hara sangat diperlukan untuk menyuburkan tanah sehingga tanaman bisa tumbuh dan
berkembang dengan baik. Pupuk organik berguna untuk memobilisasi Hara untuk
membentuk partikel ion yang mudah diserap oleh akar tanaman. Suplai Hara yang
kadang berlebihan juga bisa dikendalikan dengan pupuk organik ini.
Itu
tadi beberapa kelebihan pupuk organik dibandingkan dengan pupuk kimia. Pupuk kimia
memberikan banyak manfaat bagi tanaman yang kita tanam. Seperti yang sudah
banyak diketahui, penggunaan bahan-bahan alami akan lebih aman jika
dibandingkan dengan menggunakan bahan kimia.
Dari
banyak penelitian yang sudah dilakukan, pupuk organik sangat bermanfaat untuk
meningkatkan produksi pertanian dari sisi kualitas maupun kuantitas.
Menggunakan pupuk organik juga berguna untuk meningkatkan kualitas lahan
pertanian milik kita secara berkelanjutan. Dalam penggunaan jangka panjang,
pupuk organik mampu mencegah dehidrasi lahan.
Dengan
belajar membuat pupuk alami sendiri, kita bisa menekan biaya dalam usaha
pertanian kita. Bahan-bahan yang mudah didapatkan dan beragam manfaat yang
ditawarkan, membuat pupuk organik sangat cocok digunakan untuk tanaman atau
tumbuhan yang kita tanam.
Kelebihan Pupuk Kimia (Anorganik)
·
Respon cepat terlihat pada tanaman
(unsur yang terkandung cepat terurai
sehingga lebih cepat terserap oleh tumbuhan)
sehingga lebih cepat terserap oleh tumbuhan)
·
Kadar unsur hara tinggi
·
Kandungan hara jelas, pemakaian bisa
tepat.
Kekurangan
Pupuk Anorganik
· Karena bentuk unsur yang anorganik
menyebabkan mikroba tanah sulit mengurai, sehingga akan menumpuk menjadi residu
yang dapat menyebabkan mikroba penting yang berfungsi untuk menghasilkan bahan
organik di dalam tanah mati dan akan mengurangi kesuburan tanah.
· Penggunaan pupuk anorganikyang terus
menerus akan menyebabkan tanah menjadi padat/mengeras (porositas tanah menurun)
dan tidak responsif terhadap pupuk kimia an-organik, sehingga berapapun
banyaknya tanah diberi pupuk kimia an-organik hasilnya tetap tidak optimal.
juga akan mengakibatkan, sehingga ketersediaan oksigen bagi tanaman maupun
mikrobia tanah menjadi sangat berkurang.
· Mengerasnya tanah pertanian juga
berdampak terhadap pertumbuhan tanaman, yaitu terbatasnya penyebaran akar dan
terhambatnya suplai oksigen ke akar mengakibatkan fungsi akar tidak optimal,
yang pada ahirnya menurunkan produktivitas tanaman.
· Residu zat kimia yang tertinggal
dalam hasil produksi yang terkonsumsi oleh manusia akan menumpuk di dalam tubuh
dan mengganggu kesehatan manusia.
· Dapat menurunkan pH tanah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar