Tugas
Makalah
SOSIOLOGI
PEDESAAN
“Lembaga
– Lembaga Sosial “

OLEH
:
GORISMAN
MATUALESI
L1A1 13 009
FAKULTAS
PETERNAKAN
UNIVERSITAS
HALU OLEO
KENDARI
2016
I.
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Lembaga
sosial dalam kehidupan sehari – hari biasanya adalah badan ilmiah, ikatan
sarjana, berbagai bentuk organisasi yang mempunyai tujuan amal atau memelihara
dan memperluas pengetahuan dsb. Namun dalam sosiologi,
lembaga / social institution yaitu suatu kompleks atau sistem peraturan –
peraturan dan adat istiadat yang mempertahankan nilai – nilai yang penting.
Dalam
keluarga terdapat sejumlah tugas yang harus dikerjakan oleh masing-masing
anggota keluarga. Seluruh kumpulan tugas serta tanggung jawab soisal dari masing-masing keluarga itu bisa berjalan
dengan baik karena telah diatur dan ditentukan oleh masyarakat berdasarkan
norma-norma yang telah disepakati secara turun temurun. Sistem norma yang
menghidupkan (mengendalikan) keluarga adalah suatu pranata, sedangkan keluarga
yang menjalankan aturan serta norma-norma tersebut merupakan suatu contah
lembaga.
Lembaga sosial atau lembaga
kemasyarakatan merupakan terjemahan langsung dari istilah asing
sosial-institution. Namun pengertian lembaga lebih menunjuk pada sesuatu
bentuk, sekaligus juga pengertian yang abstrak perihal adanya norma-norma dan
peraturan-peraturan tertentu yang menjadi ciri-ciri lembaga tersebut.
Norma-norma
tersebut apabila diwujudkan dalam hubungan antar manusia dinamakan sosial organitation
(organisasi sosial). Didalam perkembangannya norma-norma tersebut
berkelompok-kelompok, ada berbagai keperluan pokok kehidupan manusia. Misalnya
kebutuhan hidup kekerabatan seperti pelamaran, perkawinan, perceraian dan lain
sebagainya. Kebutuhan akan mata pencaharian, seperti pertanian, peternakan,
koperasi, industri dan lain-lain. Kebutuhan akan pendidikan menimbulkan
lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pondok pesantren, taman kanak-kanak,
sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, perguruan
tinggi dan lain sebagainya. Kebutuhan untuk menciptakan rasa keindahan
menimbulkan seni rupa, kesusastraan, seni suara dan lain-lain. Kebutuhan
jasmaniah manusia menimbulkan olah raga, pemeliharaan kecantikan dan
pemeliharaan kesehatan, kedokteran dan lain sebagainya.
Dari
contoh-contoh diatas dapat disimpulkan bahwa didalam lembaga sosial terdapat
didalam setiap masyarakat tanpa memandang masyarakat tersebut mempunyai taraf
kehidupan yang biasa atau modern. Dan didalam lembaga sosial juga ada tiga hal
yang penting yaitu adanya sistem norma,sistem norma mengatur kehidupan berpola,
tindakan berpola itu untuk memenuhi kehidupan manusia dalam kehidupan
bermasyarakat.
1.2. Rumusan Masalah
Rumusan Masalah yang
dapat ditulis pada makalah ini adalah
a.
Apakah
Pengertian
Lembaga Sosial ?
b.
Bagaimana
Unsur-Unsur
Lembaga Sosial ?
c.
Bagaimana Proses
Terbentuknya Lembaga Sosial ?
d.
Apa Fungsi dan Tujuan Lembaga Sosial ?
e.
Apa
Jenis-Jenis
Lembaga Sosial ?
f.
Bagaimana
Cara
Mempelajari Lembaga Sosial ?
1.3. Tujuan dan Manfaat
Tujuan dan manfaat yang
dapat ditulis pada makalah ini adalah
a.
Dapat
mengetahui Pengertian Lembaga Sosial
b.
Dapat
mengetahui Unsur-Unsur Lembaga Sosial
c.
Dapat
mengetahui Proses
Terbentuknya Lembaga Sosial
d.
Dapat
mengetahui Fungsi dan Tujuan Lembaga Sosial
e.
Dapat
mengetahui Jenis-Jenis Lembaga Sosial
f.
Dapat
mengetahui Cara Mempelajari Lembaga Sosial
II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Lembaga Sosial
Ada beberapa pengertian tentang
lembaga sosial beberapa ahli, antara lain :
a. Menurut Koentjadiningrat (1986)
lembaga sosial adalah suatu sistem norma khusus yang menata suatu rangkaian
tindakan berpola mantap guna memenuhi
suatu kebutuhan dan keperluan khusus dari manusia dalam kehidupan masyarakat.
b. Menurut Berger,lembaga sosial adalah
suatu prosedur yang menyebabkan perbuatan manusia ditekan oleh pola tertentu
dan dipaksa bergerak melalui jalan yang dianggap sesuai dengan keinginan
masyarakat.
c. Menurut Polak (1964) lembaga sosial
adalah lembaga kemasyarakatan.
d. Menurut Soekanto (2002:222) lembaga
sosial adalah kumpulan norma-norma dari segala tindakan yang berkisar pada
suatu kebutuhan pokok didalam kehidupan masyarakat.
e. Menurut Soerjono Soekanto (1997)
lembaga social adalah himpunan dari norma-norma yang berkisar pada suatu
kebutuhan pokok manusia didalam kehidupan masyarakat.
f. .Menurut Robert Mac Iver dan CH.Page
lembaga sosial adalah bentuk-bentuk kondisi-kondisi prosedur yang mapan, yang
menjadi karakteristik dari aktivitas kelompok, Kelompok yang menjalankan
patokan tersebut di sebut asosiasi.
g. Menurur Alvin L.Bertrand, lembaga
sosial adalah kumpulan dari norma-norma sosial
yang telah diciptakan untuk dapat melaksanakan fungsi masyarakat.
h. Menurur Summer, lembaga social jika dilihat dari sudut kebudayaan diartikan
sebagai perbuatan, cita-cita, sikap dan perlengkapan budaya, yang mempunyai
sifat kekal serta yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat.
i.
Menurut
Roucek dan Waren,lembaga sosial adalah pola-pola yang telah mempunyai kedudukan
tetap atau pasti untuk mempertemukan bermacam-macam kebutuhan manusia yang
muncul dari kebiasaan-kebiasaan dengan mendapatkan persetujuan dari cara-cara
yang sudah tidak dipungkiri lagi,untuk memenuhi konsep kesejahteraan masyarakat
dan menghasilkan suatu struktur.
Dari definisi-definisi
tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa lembaga sosial adalah sekumpulan norma
atau kaidah yang tersusun secara sistematis yang mengatur pendukungnya dalam rangka mewujudkan
kebutuhan masyarakat yang bersifat khusus. Dan untuk memfungsikan sekumpulan
norma atau gagasan perilaku itu, setiap lembaga harus memiliki beberapa
asosiasi atau organisasi.
2.2. Unsur-Unsur Lembaga Sosial
Berdasarkan
pengertian-pengertian lembaga sosial diatas dapat disimpulkan bahwa lembaga
sosial mempunyai tiga unsur yaitu :
a.
Sistem
norma
Sistem norma merupakan sejumlah norma yang terangkai dan
berkaitan satu sama lain.norma-norma ini mempunyai kekuatan mengikat yamg
berbeda-beda,ada yang kuat dan ada yang lemah. Atas dasar kekuatan mengikat ini
maka dikenallah istilah kebiasaan, tata kelakuan, dan adat istiadat. Apabila
norma-norma tersebut diatas dilanggar maka si pelaku akan dikenakan sanksi.
b.
Tindakan
berpola
Tindakan berpola merupakan serangkaian tindakan yang saling
berhubungan satu sama lain, sehingga membentuk suatu pola yang mantap. Dengan
adanya tindakan berpola ini maka anggota masyarakat sudah mengetahui dan
mengantisipasi lebih dahulu peran yang akan ditampilkan bila berhubungan dengan
anggota masyarakat lainnya.
c.
Kehutuhan
manusia
Sistem norma ynag mengatur tindakan-tindakan manusia
berfungsi memenuhi kebutuhan manusia.Kebutuhan manusia yang beranekaragam
inilah yang menjadi dasar terbentuknya kelembagaan masyarakat yang beraneka
ragam.
2.3. Proses
Terbentuknya Lembaga Sosial
Dilihat dari kekuatan
mengikatnya,secara sosiologis ada empat macam norma yaitu :
1.
Cara (usage), menunjukkan suatu perbuatan
2.
Kebiasaan (folkways), menunjukkan pada perbuatan yang diulang-ulang.
3.
Tata kelakuan (mores), tata kelakuan tersebut sangat penting, karena :
a. Memberi batasan pada perilaku
individu
b. Mengidentifikasi individu dengan
kelompok
c. Menjaga solidaritas antar anggota
masyarakat.
4. Adat
istiadat, tata kelakuan yang kekal dan kuat integrasinya dengan pola-pola
perilaku masyarakat.
Norma-norma tersebut diatas setelah
mengalami suatu proses pada akhirnya akan menjadi bagian tertentu dari lembaga
kemasyarakatan. Proses suatu norma berkembang menjadi lembaga sosial tersebut
disebut dengan instituzionalization atau pelembagaan. Dengan kata lain proses pelembagaan
adalah suatu proses yang dilewati oleh suatu norma masyarakat untuk menjadi
bagian dari salah satu pranata/lembaga sosial. Suatu norma dapat menjadi
pranata/lembaga sosial dalam suatu sistem sosial tertentu apabila
setidak-tidaknya mempunyai tiga (3) syarat yaitu:
1. Bagian terbesar dari warga suatu
sistem sosial menerima norma tersebut
2. Norma tersebut telah menjiwai bagian
terbesar warga-warga sistem sosial tersebut.
3. Norma tersebut mempunyai
sanksi.
2.4. Fungsi
dan Tujuan Lembaga Sosial
Secara
umum fungsi lembaga sosial adalah digunakan untuk mengatur pergaulan hidup
dengan tujaun untuk mencapai suatu tata tertib. Sedangkan tujuan utama
diciptakannya adalah untuk mengatur agar kebutuhan hidup manusia dapat
terpenuhi secara memadai, juga sekaligus mengatur agar kehidupan sosial warga
masyarakat berjalan dengan lancer dan tertib sesuai denga kaidah-kaidah yang
berlaku. Adapun fungsi dari lembaga sosial antara lain:
a.
Memberikan pedoman pada
anggota-anggota masyarakat bagimana mereka harus bertingkah laku atau bersikap
dalam menghadapi masalah-masalah dalam masyarakat yang bersangkutan.
b. Menjaga keutuhan dari masyarakat
yang bersangkutan dari perpecahan atau disintegrasi masyarakat.
c.
Memberikan pegangan kepada masyakat untuk mengadakan sistem
pengendalian social (sosial control) artinya sistem pengawasan dari masyarakat
terhadap tingkah laku anggota-anggotanya.
2.5.Jenis-Jenis Lembaga Sosial
Jenis-jenis
lembaga social secara umum yaitu:
- Lembaga Keluarga
- Lembaga Pendidikan
- Lembag Politik
- Lembaga Ekonomi
- Lembaga Agama
Menurut
Soerjono Soekanto (2002:203), jenis-jenis lembaga sosial ada dua yaitu:
a. Lembaga kemasyarakatan sebagai
pengaturan
b. Lembaga sosial yang sungguh sungguh
berlaku apabila norma-norma tersebut sepenuhnya membantu pelaksanaan pola
kemasyarakatan.
2.6. Cara Mempelajari Lembaga Sosial
Menurut Maclver dan Charles
(1957:16-17) ada 3 cara mempelajari lembaga-lembaga sosial yaitu :
1. Analisis secara historis. Analisi
ini bertujuan untuk mempelajari sejarah muncul dan perkembangan suatu lembaga
sosial.
2. Analisis komparatif. Bertujuan
menelaah dengan cara membandingkan suatu lembaga tertentu dari berbagai
masyarakat ataupun berbagai lapisan sosial masyarakat.
3. Analisis fungsional, dilakukan
dengan cara menganalisis hubungan antar lembaga berdasarkan fungsinya.
III.
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Adapun penyusun yang dapat
simpulkan di dalam penyusun makalah ini di lihat dari pembahasan diatas adalah
:
Hal–hal yang diceritakan di atas merupakan sebagian kecil
dari pembahasan dan keriteria-kriteria lembaga sosial dan dari pembahasan di
atas dapat disimpulakan bahwa lembaga sosial atau lembaga kemasyarakatan
terdapat didalam setiap masyarakat tanpa memperdulikan apakah masyarakt
tersebut mempunyai tarap kebudayaan bersahaja atau modern,karena setiap
masyarakat tentu mempunyai kebutuhan - kebutuhan pokok yang apabila
dikelompokan terhimpun menjadi lembaga kemasyarakatan.
Unsur-unsur lembaga sosial terdiri sistem norma,tindakan
berpola,dan kebutuhan manusia,adapun proses terbentuknya lembaga sosial yaitu
bermula dari norma norma yang ada dan menjadi kebiasaan sehingga dikenal, diiakui,
dimengerti, ditaati oleh masyarakat. Adapun fungsi dan tujaun utama
diciptakannnya lembaga sosial selain untuk mengatur agar kebutuhan hidupmanusia
dapat terpenuhi secara memadai juga sekaligus mengatur agar kehidupan sosial
warga masyarakat bisa berjalan dengan tertb sesuai dengan kaidah-kaidah yang
berlaku.
3.2.
Saran
Sebaiknya jika dikasi tugas oleh
dosen harus di sampaikan kepada semua mahasiswa, sehingga tidak terjadi adanya
mahasiswa lupa atau tidak tau kalau ada tugas yang diberikan dari dosen mata
kuliah
DAFTAR PUSTAKA
Abdulwahid, Idat, dkk. 2003. Lembaga
Sosial Dalam Masyarakat Sunda. Jakarta : Pusat Bahasa Departemen Pendidikan
Nasional.
Ahmadi, Abu.2007. Sosiologi Pendidikan.
Jakarta : PT. Rineka Cipta Gunawan, Ary H.2010. Sosiologi Pendidika. Jakarta :
PT. Rineka Cipta
Bernard, Raho.2007.Teori Sosiologi Modern.
Jakarta: Prestasi Pustaka.
Daryanto.1994. Kamus Bahasa Indonesia
Modern. Surabaya : Apolo Fuad, Ihsan.2003. Dasar-dasar Kependidikan. Jakarta:
PT. Rineka
Hasbullah, Cipta.2009. Dasar-dasar Ilmu
Pendidikan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
Soekanto, Soerjono.2006.Sosiologi
Sebagai Suatu Pengantar. Edisi Baru. Jakarta: PT Grafindo.
Sunarto, Kumanto.2004.Pengantar
Sosiologi. Edisi Ketiga. Jakarta : Lembaga Penerbit Ekonomi Universista
Indonesia.
Soelaiman, Munandar. M.1986.Ilmu Sosial
Dasar Teori dan Konsep Ilmu Sosial. Bandung: Aditama.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar